//
you're reading...
Geology's Task

GOLONGAN MINERAL PHOSPAT, HALIDA, NATIVE ELEMENT

MINERAL PHOSPAT

Fosfat primer terbentuk dari pembekuan magma alkali yang bersusunan nefelin, syenit, dan takhit, mengandung mineral fosfat apatit, terutama fluor apatit {Ca5 (PO4)3 F} dalam keadaan murni mengandung 42% P2O5 dan 3,8 % F2

Fosfat sedimenter (marin), merupakan endapan fosfat sedimen yang terendapkan di laut dalam, pada lingkungan alkali, dan suasana tenang.

Fosfat guano, merupakan  hasil akumulasi sekresi burung pemakan ikan, dan kelelawar yang terlarut dan bereaksi dengan batugamping karena pengaruh air hujan dan air tanah.

Contoh Mineral Phospate:

  • Apatite Ca5[FI(PO4)3]
  • Monasit (Ce, La, Y, Th) PO4)

Kegunaan:

  • Apatit banyak dipertambangkan untuk pembuatan pupuk yang mengandung phospor.
  • Monasit sangat berguna sebagai mineral bijih untuk unsur-unsur langka terutama unsur yang menghasilkan sinar radioaktif seperti theorium dan cerium.

Genesa Mineral:

  • Apatite terbentuk pada lingkungan batuan beku, batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang bersifat cepat.
  • Monasit terbentuk pada pembekuan magma alkali yang bersusunan nefelin, syenit dan takhi.

Persebaran di Indonesia:

  • Apatit              : Propinsi Aceh, Jawa Barat, Kalimantan, dan Irian Jaya.
  • Monasit           : Salapa, Tasikmalaya, Jawa Barat

apatite-72

 

Apatit

 

 

 

 

Monasit

 

Monasit

 

 

 

 

Deskrpsi Mineral:

Physical Properties of Apatite

Chemical Classification phosphate
Color green, brown, blue, yellow, violet, colorless
Streak white
Luster vitreous to subresinous
Diaphaneity transparent to translucent
Cleavage poor
Mohs Hardness 5
Specific Gravity 3.1 to 3.2
Diagnostic Properties color, crystal form, and hardness, can be scratched with a steel knife blade
Chemical Composition a variety of calcium phosphates
– fluorapatite: Ca5(PO4)3F
– hydroxylapatite: Ca5(PO4)3(OH)
– chlorapatite: Ca5(PO4)3Cl
– carbonate-rich apatite/francolite:
Ca5(PO4,CO3)3(F,O)
Crystal System hexagonal

Physical Properties of Monazite

Chemical Classification phosphate
Color yellowish to reddish brown
Streak white
Luster resinous to waxy
Diaphaneity translucent
Cleavage Poor
Mohs Hardness 5 to 5.5
Specific Gravity 5.0 to 5.3
Diagnostic Properties specific gravity
Chemical Composition (Ce,La)PO4
Crystal System monoclinic

MINERAL HALIDA

Halida adalah kelompok mineral yang memiliki anion dasar halogen. Halogen adalah kelompok khusus dari unsur-unsur yang biasanya memiliki muatan negatif ketika tergabung dalam satu ikatan kimia. Halogen yang biasanya ditemukan di alam adalah Fluorine, Chlorine, Iodine, dan Bromine. Halida cenderung memiliki struktur yang rapi dan simetri yang baik. Mineral halida memiliki cri khas lembut, terkadang transparan, umumnya tidak terlalu padat, memiliki belahan yang baik, dan sering memiliki warna-warna cerah.

Contoh Mineral Halida:

  • Fluorite (CaF2)
  • Halit (NaCl)

Kegunaan:

  • Fluorite : Banyak digunakan untuk pembuatan gelas yang tidak tembus cahaya atau yang kurang dapat ditembus cahaya. Fluorite juga dapat digunakan sebagai alat optik untuk pembuatan lensa-lensa.
  • Halit : Halit sebagai penghasil Na dan Cl, juga untuk pembuatan macam-macam soda seperti bikaronat, caustic soda, dll.

Genesa Mineral:

  • Fluorite terbentuk pada urat Hydrotermal pada suhu sedang sampai suhu tinggi Pada fase Hypotermal pada suhu 300-500 C. Terdapat pada pegmatit.berasosiasi dengan barite,kuarsa, zinc, timbal, topas, tourmalin, cassiterit,dan apatit.
  • Halit dibentuk karena proses eksogen melalui pengeringan danau yang mengandung garam atau tempat lain yang mengandung air garam atau terbentuk dari hasil presipitasi air laut secara primer/langsumg dangan temperatur sekitar 100 C,juga merupakan hasil presipitasi pada endapan sedimen seperti lempug.

Persebaran di Indonesia:

  • Fluorite : Subang, Kalimantan Timur
  • Halit    : Bengkulu Tengah, Bengkulu

fluorite-crystals

 

Fluorite

 

 

 

 

halite-100

 

Halite

 

 

 

 

Deskripsi Mineral:

Physical Properties of Fluorite

Chemical Classification halide
Color typically purple, green and yellow. Also colorless, blue, red and black.
Streak white
Luster vitreous
Diaphaneity transparent to translucent
Cleavage four directions of perfect cleavage
Mohs Hardness 4
Specific Gravity 3.2
Diagnostic Properties cleavage, hardness, specific gravity, color
Chemical Composition CaF2
Crystal System isometric

Physical Properties of Halite

Chemical Classification halide
Color colorless or white when pure; impurities produce any color but usually yellow, gray, black, brown, red
Streak white
Luster vitreous
Diaphaneity transparent to translucent
Cleavage perfect, cubic, three directions at right angles
Mohs Hardness 2.5
Specific Gravity 2
Diagnostic Properties cleavage, solubility, salty taste – (The taste test is discouraged. Some minerals are toxic or contaminated by other people tasting them.)
Chemical Composition NaCl
Crystal System isometric

MINERAL NATIVE ELEMENT

Mineral  native element atau unsur murni ini adalah kelas mineral yang dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur komposisi kimia saja. Mineral pada kelas ini tidak mengandung unsur lain selain unsur pembentuk utamanya. Kelas native element ini terdiri dari 2 bagian umum ;

  • Metal dan element intermetalic (logam). Contohnya emas, perak, tembaga.
  • Semimetal dan non  metal . Contohnya antimony, bismut, graphite, sulfur.

Contoh Mineral Native Element:

  • Sulfur (S)
  • Intan (C)

Kegunaan:

  • Sulfur banyak digunakan di industri pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis, pengolahan minyak bumi, dan industri logam
  • Intan selain digunakan sebagai perhiasan juga dipakai menajadi alat untuk memotong, mengasah dan sebagai mata bor.

Genesa Mineral:

  • Sulfur dapat terbentuk di daerah gunungapi aktif, di sekitar mata air panas, dan hasil aktivitas bakteri yang memisahkan sulfur dari sulfat. Dapat pula terbentuk karena oksidasi sulfida-sulfida pada urat-urat yang berasosiasi dengan sulfida-sulfida metal. Dijumpai juga pada batuan-batuan sedimen yang berasosiasi dengan anhidrit, gipsum dan batugamping.
  • Intan terbentuk pada pembentukan batuan beku ultrabasa, yaitu porfiri-olivin, atau porfiri kaya-flogopit; batuan ini dikenal sebagai kimberlit. Dapat dijumpai dalam deposit aluvial, baik di sungai-sungai maupun di pantai.

Persebaran di Indonesia:

  • Sulfur  : Kawah Papandayan (Jawa Barat), Jawa Tengah, Jawa Timur
  • Intan    : Martapura, Kalimantan

SONY DSC

 

Sulfur

 

 

 

 

diamond

 

Intan

 

 

 

 

Deskripsi Mineral:

Physical Properties of Sulfur

Chemical Classification native element
Color bright yellow
Streak yellow
Luster resinous
Diaphaneity transparent to translucent
Cleavage none
Mohs Hardness 1.5 to 2.5
Specific Gravity 2.0 to 2.1
Diagnostic Properties yellow color, low hardness, low specific gravity, extremely flamable burning with a blue flame, low melting temperature
Chemical Composition S
Crystal System orthorhombic
Uses sulfuric acid, fertilizers, insecticides, fungicides, gunpowder, pharmaceuticals, sulfur compounds

Physical Properties of Diamond

Chemical Classification native element
Color Most industrial-grade diamond is black in color due to impurities. Gem diamond occurs in many colors, including: colorless, yellow, red, orange, green, blue, and brown.
Streak diamond is harder than a streak plate – when this occurs the streak is called “colorless”
Luster adamantine – the highest level of luster for a nonmetallic mineral
Diaphaneity transparent
Cleavage perfect, octahedral
Mohs Hardness 10 – the hardest mineral
Specific Gravity 3.5 to 3.6
Diagnostic Properties hardness, heat conductivity, crystal form, index of refraction, dispersion
Chemical Composition C (elemental carbon)
Crystal System isometric

About eriantcrishman

.:: Succes Is My Aim, Geology Is My Way | Proud To Be A Part Of Geological Engineering UPNYK '13 | ::.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: