//
you're reading...
Geology's Task

TEKTONIK LEMPENG

TEKTONIK LEMPENG  adalah pergerakan lempeng-lempeng bumi yang menimbulkan lekukan, lipatan, rekahan dan patahan yang biasanya di iringi dengan goncangan yang disebut gempa bumi. Lempeng tektonik adalah penyebab terbentuknya permukaan bumi seperti yang kita lihat sekarang ini.

Lempeng Tektonik merupakan gabungan dari dua kata yaitu lempeng dan tektonik. Lempeng adalah lembaran-lembaran raksasa berwujud kerak benua dan kerak samudra yang bergerak dan mengapung dipermukaan bumi. Sedangkan tektonik adalah proses gerakan pada kerak bumi yeng menimbulkan lipatan, lekukan, rekahan atau patahan. Lempeng tektonik merupakan suatu teori yang meninjau bagaimana kerak benua dan kerak samudra yang disebut lempeng tersebut bergerak terpisah dan bertubrukan

Ketika sebuah benua sedang bergerak, maka akan terjadi perenggangan. Pada saat itu kerak akan menipis dan akan terjadi peluruhan dimana ketinggian dan permukaan kerak akan merosot. Jika perenggangan yang terjadi berlebih, maka akan terjadi rekahan atau patahan. Akibat aktivitas tersebut maka akan terbentuk kerak baru dicelah-celah rekahan.

Contohnya akibat Tektonik lempeng adalah:

  • Proses terbentuknya pegunungan Alpen adalah akibat dari tubrukan antara lempeng Afrika dan lempeng eropa.
  • Proses terbentuknya pegunungan Himalaya adalah akibat beradunya lempeng India dan lempeng Asia yang saling dorong.

TEORI LEMPENG TEKTONIK
• Old Geology

Menurut Carles Leyll (1830), benua dan samudera tidak mengalami perubahan / tidak bergerak ( fixis) perubahan hanya terjadi di bagian permukaan yang berlangsung evolusioner sampai yang kita lihat sekarang.

•New Geology

Mc. Kenzie dan Robert Paker (1968), ahli geofisika inggris memunculkan pandangan baru bahwa benua dan samudera mengalami pergerakan (mobile). Teorinya disebut tektonik lempeng sebagai paradigma baru dalam bidang ilmu kebumian.

DASAR TEORI TEKTONIK LEMPENG

1. Continental Drift, Oleh Taylor (1910), Alfred Wegener (1912)
Alfred Wegener, mengemukakan teori tentang apungan dan pergeseran benua dalam bukunya “The Origin of Continents and Oceans”, ia mengemukakan bahwa :
“The continents had once been stitched together, as parts off a super land mass he called PANGEA (“all earth”). Then ; said Wegener several hundred million years ago Pangea ruptured and the continents drifted to their present positions, plowing like shallow rafts through the sea of rock that’s makes up “the floors of the oceans”.

a. Titik Tolak Teori : Adanya persamaan mencolok antara garis kontur pantai timur benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis yang sama tersebut sebenarnya dahulu adalah daratan yang berimpitan, Itu sebabnya formasi geologi di bagian-bagian yang bertemu itu sama.
b. Adanya persamaan flora dan fauna di tempat yang bertemu tersebut.

2. Convection Current Teory, Vening Meinesz – Hery Hess

Perpecahan benua dan pergerakan lempeng itu disebabkan oleh adanya energi yang menggerakan lempeng tersebut, energi itu berasal dari arus konveksi di dalam astenosfer bumi. Arus konveksi adalah perpindahan energi panas pada fluida, energi tersebut disebabkan oleh adanya:
• Peluruhan unsur-unsur radioaktif, U Pb + E= mc2
• Gradien Geotermis
• Karena adanya serangan benda asing
• Panas yang tersimpan pada saat pembentukan planet

3. Sea Floor Growth (1963)

Pergerakan lempeng yang saling menjauh mengakibatkan terbentuknya punggungan yang memanjang di tengah dasar samudera.

4Z_draft_Age of the Ocean Floor - map

Peta Punggungan Tengah Samudra
(MID OCEANIC RIDGE)

 

PANGEA PERM-NOW

Peta Rekontruksi Pergerakan Benua dari zaman Perm Hingga Sekarang

 

PERGERAKAN LEMPENG-LEMPENG TEKTONIK

tektoniklempeng

1. Divergen ( Pergerakan saling menjauh )
“ New ocean plate is created by the solidification of mantel material rising from below –those corresponding to ocean trenches and young continental mountains range ( mid-ocean ridge )”.
Pergerakan saling menjauh, menyebabkan terbentuknya / memekarnya dasar samudra dan terbentuknya punggungan tengah samudera ( mid-ocean ridge ), serta aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur basalts.

divergent

2. Convergen ( Pergerakan saling mendekat )

“When oceanic plate pushes a continent, it’s the ocean floor which is nevitably forced back down in to the mantle –subduction plate- volcanic and earthquakes activity along convergent plate boundaries result from energy released in or along the subducting”.
Pergerakan saling mendekat antar kerak samudera, menyebabkan kerak samudera menujam kedalam mantel sehingga terbentuk palung / zona subduksi, dan terbentuk pegunungan vulkanik dasar laut dengan magma yang cair karena mengandung sedikit kuarsa (SiO2), pembentuk batuan basaltis.

convergent

3. Transform Fault

Di daerah pergerakan saling berpapasan, terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah disertai gempa yang tidak kuat.

transform

Akibat dari pergerakan lempeng-lempeng tersebut terjadilah aktivitas geologi, seperti:
• Vulkanisme
• Gempa bumi
• Mineralisasi
• Pengangkatan Pegunungan

 

 

About eriantcrishman

.:: Succes Is My Aim, Geology Is My Way | Proud To Be A Part Of Geological Engineering UPNYK '13 | ::.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: